Bagi siswa madrasah, pengalaman belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Selain mengikuti pelajaran, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan melalui kegiatan sosial, komunitas pendidikan, organisasi kepemudaan, maupun pengalaman praktik di lingkungan kerja. Kegiatan seperti ini dapat membantu siswa mengenali minat, melatih komunikasi, belajar bekerja sama, sekaligus memahami persoalan pendidikan dan sosial yang ada di masyarakat.
Di Kota Makassar, terdapat sejumlah ruang kreatif dan komunitas yang memiliki aktivitas di bidang pendidikan, pengembangan anak muda, literasi, serta pemberdayaan masyarakat. Beberapa di antaranya memiliki kegiatan yang dapat menjadi pintu masuk bagi pelajar untuk mengenal dunia kerelawanan dan pengembangan keterampilan.
Namun, istilah magang, volunteer, dan kegiatan sosial perlu dibedakan. Magang biasanya merupakan kegiatan praktik untuk memperoleh pengalaman kerja dalam periode tertentu. Sementara itu, volunteer atau relawan lebih menekankan kontribusi sukarela dalam sebuah kegiatan sosial. Bagi siswa MTs atau MA, kegiatan relawan sering kali lebih mudah disesuaikan dengan usia dan jadwal sekolah dibandingkan magang formal.
Karena itu, lima rekomendasi berikut tidak semuanya merupakan tempat magang formal khusus siswa sekolah. Ada yang menyediakan program magang untuk kelompok usia tertentu, sementara lainnya merupakan komunitas pendidikan yang dapat menjadi tempat siswa belajar melalui aktivitas kerelawanan. Sebelum mendaftar, siswa sebaiknya menanyakan batas usia, jadwal kegiatan, bentuk tugas, pendampingan, dan izin orang tua atau madrasah.
1. Makassar Creative Hub sebagai Ruang Pengembangan Keterampilan Kreatif
Makassar Creative Hub atau MCH merupakan salah satu ruang kreatif yang dapat diperhatikan oleh siswa madrasah yang ingin mengembangkan keterampilan di bidang ekonomi kreatif, digital, seni, budaya, dan produksi konten.
MCH memiliki ruang yang dirancang untuk kegiatan kreatif, pelatihan, workshop, coworking, inkubasi bisnis, pameran, hingga kegiatan pengembangan kapasitas anak muda. Pemerintah Kota Makassar juga menjelaskan bahwa MCH Nusantara hadir sebagai ruang untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, serta mengembangkan potensi dan kapasitas anak muda.
MCH Nusantara yang berada di Jalan Nusantara Nomor 106–108, Kecamatan Wajo, merupakan salah satu pengembangan ruang kreatif di Kota Makassar. Lembaga Manajemen Aset Negara menjelaskan bahwa fasilitas tersebut memanfaatkan aset negara yang kemudian dikembangkan menjadi ruang kreatif dengan konsep modern open space. Fasilitasnya mencakup coworking space, ruang inkubasi bisnis, galeri, ruang pameran, hingga urban farming.
Program magang MCH dan relevansinya bagi siswa madrasah
Pada 2026, MCH memang membuka program magang. Namun, berdasarkan informasi program yang dipublikasikan, sasaran pendaftar adalah mahasiswa aktif, fresh graduate, dan masyarakat umum yang ingin memperoleh pengalaman praktik di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Program tersebut berlangsung secara Work From Office selama tiga bulan.
Posisi yang dibuka pada program tersebut antara lain video editor, videografer atau fotografer, desain grafis, content creator, dan operator ruangan. Peserta juga diminta menyiapkan CV dan portofolio.
Artinya, siswa MTs atau MA tidak sebaiknya langsung menganggap program tersebut sebagai magang sekolah yang otomatis terbuka untuk pelajar. Siswa dapat menghubungi pengelola MCH untuk menanyakan apakah tersedia kegiatan khusus pelajar, kunjungan edukatif, workshop, kelas keterampilan, atau kesempatan observasi.
Informasi resmi mengenai aktivitas dan fasilitas MCH dapat dipantau melalui situs Makassar Creative Hub.
Keterampilan yang dapat dikembangkan
Bagi siswa madrasah yang memiliki minat di bidang teknologi dan kreativitas, ekosistem MCH cukup menarik untuk dipelajari. Beberapa keterampilan yang relevan antara lain:
- desain grafis;
- fotografi dan videografi;
- editing video;
- pembuatan konten;
- komunikasi;
- kerja tim;
- pengelolaan kegiatan;
- presentasi;
- pengembangan ide kreatif.
MCH juga menjadi lokasi berbagai kegiatan pengembangan talenta. Misalnya, pada September 2026 terdapat Content Creator Academy Basic yang ditujukan untuk pemuda di sejumlah wilayah Makassar. Program Talenta Kota juga menggunakan MCH Nusantara sebagai salah satu lokasi kegiatan pengembangan kapasitas.
Dengan demikian, MCH lebih tepat diposisikan sebagai ruang pengembangan keterampilan dan jaringan bagi siswa madrasah, sementara kesempatan magang formal perlu disesuaikan dengan persyaratan program yang sedang dibuka.
2. Komunitas Peduli Anak Jalanan Kota Makassar atau KPAJ
Jika siswa madrasah lebih tertarik pada bidang pendidikan dan kegiatan sosial, Komunitas Peduli Anak Jalanan Kota Makassar atau KPAJ merupakan salah satu organisasi yang relevan untuk dipertimbangkan.
KPAJ merupakan komunitas sosial yang bergerak dalam pendampingan dan pemberdayaan anak jalanan di Kota Makassar. Profil organisasi yang tercatat di Indorelawan menyebutkan bahwa KPAJ beranggotakan relawan dengan visi kemanusiaan yang mengutamakan kesejahteraan anak jalanan. KPAJ juga tercatat berdiri pada 2012.
Aktivitas KPAJ tidak sekadar membagikan bantuan. Kegiatan mereka juga berkaitan dengan pendidikan, pembinaan karakter, serta pengembangan potensi anak binaan.
RRI Makassar pada Juni 2026 melaporkan bahwa KPAJ masih menjalankan berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan karakter, dan kegiatan sosial untuk anak-anak jalanan.
Apa yang dilakukan relawan KPAJ?
Kegiatan KPAJ dapat menjadi pengalaman yang menarik bagi siswa madrasah karena memberikan kesempatan untuk belajar berinteraksi dengan anak-anak dari latar belakang yang berbeda.
Penelitian mengenai KPAJ yang diterbitkan melalui Jurnal Sosialisasi Universitas Negeri Makassar menjelaskan sejumlah program yang dijalankan, termasuk Rumah Belajar, Fun Teaching Volunteer, Open House KPAJ, dan kegiatan apresiasi bagi anak binaan. Rumah Belajar merupakan kegiatan belajar mengajar di rumah binaan, sedangkan Fun Teaching Volunteer menggunakan pendekatan belajar sambil bermain.
Penelitian lain mengenai strategi pembelajaran KPAJ menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran perlu menyesuaikan karakter, minat, dan bakat anak. Metode yang bervariasi dan pendekatan yang lebih interaktif menjadi bagian penting dalam membangun motivasi belajar.
Bagi siswa madrasah, pengalaman tersebut dapat memberikan pelajaran yang tidak selalu diperoleh melalui buku pelajaran. Siswa dapat belajar mengenai empati, komunikasi, tanggung jawab, kepemimpinan, dan cara menyampaikan materi kepada anak dengan karakter berbeda.
Apakah siswa madrasah dapat menjadi relawan?
Kesempatan menjadi relawan perlu dikonfirmasi langsung kepada KPAJ karena persyaratan dapat berbeda pada setiap periode rekrutmen.
Informasi dari pengalaman relawan yang dipublikasikan pada 2026 menunjukkan bahwa KPAJ memiliki proses open recruitment dan departemen volunteer yang menangani perekrutan, seleksi, serta penerimaan relawan.
Karena sebagian kegiatan berkaitan langsung dengan anak-anak, siswa yang masih di bawah umur sebaiknya meminta izin orang tua dan madrasah terlebih dahulu. Pendampingan dari orang dewasa atau koordinator komunitas juga penting.
KPAJ juga pernah bekerja sama dengan organisasi mahasiswa UIN Alauddin Makassar dalam kegiatan edukatif yang mencakup PHBS, storytelling kisah nabi, dan Baca Tulis Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan adanya ruang yang cukup relevan dengan lingkungan pendidikan madrasah.
3. Educommunity Makassar untuk Pengalaman Relawan di Bidang Pendidikan
Rekomendasi berikutnya adalah Educommunity Makassar, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam akses pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan dalam pendidikan.
Profil Educommunity Makassar di LinkedIn menyebutkan bahwa organisasi tersebut merupakan lembaga nirlaba yang berpusat di Makassar. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang menghadapi keterbatasan pendidikan dan melibatkan relawan dalam proses pembelajaran. Profil tersebut mencatat tahun pendirian 2024.
Karena fokusnya berada pada bidang pendidikan, komunitas ini cukup relevan bagi siswa madrasah yang ingin mengenal aktivitas sosial dengan pendekatan edukatif.
Mengapa Educommunity menarik bagi pelajar?
Kegiatan relawan pendidikan tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Relawan juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama, manajemen waktu, kreativitas, dan kesabaran.
Siswa yang bergabung dalam kegiatan seperti ini dapat belajar bahwa menjadi pengajar atau pendamping belajar bukan sekadar mampu mengerjakan soal. Relawan perlu memahami cara menjelaskan materi dengan bahasa sederhana dan menyesuaikan metode belajar dengan kebutuhan peserta.
Informasi mengenai pengalaman anggota Educommunity menunjukkan adanya pembagian tugas organisasi, pengembangan anggota, serta aktivitas yang berkaitan dengan keberlangsungan komunitas.
Ada pula anggota yang menjalankan fungsi komunikasi dan informasi, termasuk pengelolaan media organisasi serta hubungan dengan pihak eksternal.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengalaman di komunitas pendidikan tidak selalu terbatas pada mengajar.
Pilihan kegiatan yang bisa dipelajari
Jika tersedia kesempatan yang sesuai usia, siswa madrasah dapat mempertimbangkan beberapa jenis aktivitas, seperti:
- membantu kegiatan belajar;
- mendampingi anak-anak;
- membantu dokumentasi;
- membuat materi edukasi sederhana;
- membantu publikasi kegiatan;
- mengikuti kegiatan sosial;
- membantu administrasi kegiatan;
- belajar mengelola program komunitas.
Untuk informasi perekrutan terbaru, siswa sebaiknya memantau kanal resmi Educommunity Makassar karena jadwal rekrutmen relawan dapat berubah.
Profil LinkedIn Educommunity juga mencantumkan akun Instagram organisasi sebagai kanal informasi.
4. Sahabat Indonesia Berbagi atau SIGi Makassar
Sahabat Indonesia Berbagi atau SIGi Makassar merupakan komunitas sosial yang telah dikenal melalui berbagai kegiatan pendidikan dan berbagi di Makassar.
SIGi tercatat sebagai komunitas yang berdiri pada 2012. Dokumentasi kegiatan dan publikasi mengenai komunitas tersebut menunjukkan aktivitas yang mencakup pendidikan, literasi, kegiatan sosial, serta kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu program yang cukup relevan untuk siswa madrasah adalah SIGi Carakde. Nama Carakde berasal dari bahasa Makassar yang berarti pintar dan digunakan sebagai nama kelas alternatif dengan pendekatan belajar tanpa batas.
Program tersebut mencakup beberapa bidang seperti baca tulis, aritmetika, dakwah, dan bahasa Inggris. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan volunteer yang memberikan waktu, tenaga, dan kemampuan untuk mendampingi anak-anak.
Belajar mengajar dengan pendekatan yang lebih fleksibel
SIGi Carakde menjadi contoh bahwa pembelajaran informal dapat dibuat lebih fleksibel dibandingkan pembelajaran formal di sekolah.
Dokumentasi detik.com mengenai SIGi juga mencatat adanya program SIGi Carakde yang dilakukan secara rutin dan menyasar anak-anak dari kelompok kurang mampu. Kegiatan pembelajaran pernah dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk Pantai Losari, Asrama Dayung, dan Desa Nelayan Untia.
Materi yang diberikan mencakup pelajaran seperti Matematika, Bahasa, dan Agama.
Bagi siswa madrasah, kegiatan seperti ini dapat menjadi pengalaman yang menarik karena siswa tidak hanya belajar tentang materi akademik, tetapi juga bagaimana pengetahuan digunakan untuk membantu orang lain.
Apa manfaat mengikuti kegiatan seperti SIGi?
Pengalaman kerelawanan dapat membantu siswa membangun berbagai soft skill. Misalnya, ketika siswa membantu mengajar anak yang lebih muda, ia harus belajar menjelaskan sesuatu secara bertahap.
Jika anak belum memahami materi, relawan perlu mencari cara lain untuk menjelaskannya. Dari proses tersebut, siswa dapat belajar:
- komunikasi;
- kepemimpinan;
- kerja sama;
- pemecahan masalah;
- kreativitas;
- tanggung jawab;
- kepedulian sosial;
- kemampuan mengajar dasar.
SIGi juga memiliki sejarah kegiatan literasi. Dokumentasi mengenai program mereka menyebutkan kegiatan Aksi Sahabat Indonesia Tebar Buku atau ASITERU serta Teater Edukasi Keliling.
Karena banyak informasi mengenai SIGi yang berasal dari dokumentasi kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya, siswa sebaiknya mengecek status kegiatan dan rekrutmen terbaru sebelum menganggap suatu program masih berjalan dengan format yang sama.
5. Yayasan Sokola Pesisir Makassar
Pilihan kelima adalah Yayasan Sokola Pesisir Makassar, terutama bagi siswa yang memiliki ketertarikan terhadap literasi, pendidikan masyarakat, dan kegiatan sosial di kawasan pesisir.
Sokola Pesisir memiliki sejarah kegiatan pendidikan di kawasan Mariso. Situs Sokola Institute menjelaskan bahwa program Sokola Pesisir telah berjalan sejak 2005 dan berkembang dari kegiatan literasi menjadi berbagai program, termasuk keterampilan komputer, salon, sablon, kewirausahaan, serta pendidikan anak usia dini.
Kawasan Mariso menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian karena menghadapi persoalan sosial dan pendidikan. Sokola Institute menyebutkan bahwa program tersebut kemudian semakin diarahkan agar dapat dilanjutkan oleh pemuda lokal melalui organisasi Sokola Pesisir.
Kegiatan relawan pendidikan
Dokumentasi Indorelawan menunjukkan bahwa Sokola Pesisir pernah membuka kegiatan relawan berupa kelas Bahasa Inggris untuk anak dan remaja. Salah satu kegiatan berlokasi di Sokola Pesisir, Jalan Nuri Lorong 300, Setapak VII, Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.
Dalam kelas Bahasa Inggris untuk remaja, relawan bertugas memfasilitasi pembelajaran dengan fokus pada kemampuan berbicara atau speaking. Pendekatan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Data pemerintah juga mengonfirmasi keberadaan KB Sokola Pesisir Makassar di Jalan Nuri Lorong 300 Setapak VII Nomor 131 D, Mariso, Makassar. Satuan pendidikan tersebut memiliki NPSN 69984430 dan tercatat sebagai satuan pendidikan swasta berbentuk kelompok bermain.
Mengapa cocok untuk siswa madrasah?
Sokola Pesisir memiliki hubungan yang cukup kuat dengan aktivitas pendidikan masyarakat. Karena itu, siswa madrasah yang memiliki minat terhadap literasi, bahasa, pendidikan anak, atau kegiatan sosial dapat menjadikannya salah satu komunitas yang perlu dipantau.
Siswa tidak harus langsung menjadi pengajar. Apabila ada kegiatan yang menerima pelajar, bentuk kontribusi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan usia, misalnya membantu membaca buku, mendampingi permainan edukatif, membantu dokumentasi, atau membantu kegiatan literasi.
Tetap perlu diperhatikan bahwa informasi kegiatan relawan yang tersedia di Indorelawan untuk Sokola Pesisir sebagian berasal dari periode sebelumnya. Karena itu, siswa perlu menghubungi pihak terkait untuk memastikan apakah rekrutmen atau kegiatan serupa masih tersedia.
Cara Memilih Tempat Magang atau Relawan yang Tepat bagi Siswa Madrasah
Memilih tempat kegiatan tidak sebaiknya hanya berdasarkan nama organisasi. Siswa juga perlu mempertimbangkan usia, keamanan, tujuan belajar, jadwal sekolah, dan kemampuan yang ingin dikembangkan.
1. Periksa batas usia
Ini merupakan hal pertama yang harus ditanyakan.
Tidak semua program yang menggunakan istilah “pemuda”, “relawan”, atau “magang” otomatis terbuka untuk siswa MTs atau MA. Contohnya, program magang MCH yang dipublikasikan pada 2026 memiliki sasaran mahasiswa aktif, fresh graduate, dan masyarakat umum.
Karena itu, siswa sekolah perlu meminta informasi langsung mengenai persyaratan peserta.
2. Sesuaikan dengan minat
Siswa yang menyukai desain atau teknologi dapat melihat aktivitas MCH. Siswa yang tertarik pendidikan anak dapat mempertimbangkan KPAJ, Educommunity, SIGi, atau Sokola Pesisir.
Minat akan membuat kegiatan lebih mudah dijalani secara konsisten.
3. Pastikan ada pendampingan
Untuk siswa yang masih berusia sekolah, pendampingan merupakan aspek penting.
Kegiatan yang melibatkan anak-anak, lokasi sosial, atau masyarakat umum sebaiknya dilakukan dalam koordinasi dengan pengelola komunitas. Siswa juga sebaiknya tidak melakukan kegiatan lapangan sendirian tanpa arahan koordinator.
4. Minta izin madrasah dan orang tua
Jika kegiatan berlangsung pada hari sekolah atau membutuhkan perjalanan ke lokasi tertentu, siswa sebaiknya membicarakannya dengan orang tua dan pihak madrasah.
Khusus untuk kegiatan yang berlangsung rutin, siswa dapat meminta surat keterangan atau rekomendasi apabila memang diperlukan oleh penyelenggara.
5. Dokumentasikan pengalaman
Pengalaman relawan dapat menjadi bagian dari portofolio siswa.
Misalnya, setelah mengikuti kegiatan, siswa dapat mencatat:
- nama kegiatan;
- tanggal pelaksanaan;
- peran yang dilakukan;
- keterampilan yang dipelajari;
- jumlah kegiatan yang diikuti;
- hasil atau kontribusi;
- dokumentasi kegiatan;
- sertifikat jika diberikan.
Catatan tersebut dapat berguna ketika siswa mengikuti organisasi, lomba, beasiswa, seleksi perguruan tinggi, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya.
Perbedaan Magang dan Relawan yang Perlu Dipahami Siswa
Magang dan volunteer sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki karakter berbeda.
Magang biasanya memberikan pengalaman untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung. Peserta dapat memperoleh tugas tertentu, bekerja berdasarkan target, mengikuti jadwal, dan belajar dari pembimbing.
Sementara itu, relawan lebih menekankan kontribusi sosial secara sukarela. Kegiatannya dapat berupa mengajar, mendampingi anak, membagikan buku, melakukan kampanye edukasi, membantu acara, atau mendukung administrasi organisasi.
Bagi siswa MTs dan MA, kegiatan relawan pendidikan sering kali lebih realistis karena dapat disesuaikan dengan jadwal sekolah. Namun, jika madrasah memiliki program Praktik Kerja Lapangan atau bentuk pengalaman kerja lainnya, siswa dapat mencari program yang memang secara resmi menerima pelajar.
Tips Menghubungi Organisasi Sebelum Mendaftar
Sebelum datang langsung ke lokasi, siswa dapat menghubungi pengelola melalui kanal resmi. Pesan sebaiknya singkat tetapi jelas.
Beberapa informasi yang dapat ditanyakan antara lain:
- Apakah sedang membuka relawan?
- Apakah siswa MTs atau MA diperbolehkan mendaftar?
- Apakah ada batas usia minimum?
- Apakah harus mendapatkan izin orang tua?
- Berapa lama kegiatan berlangsung?
- Apa tugas relawan?
- Apakah kegiatan dilakukan secara rutin?
- Apakah ada pembimbing?
- Apakah tersedia sertifikat?
- Apakah kegiatan dapat diakui oleh madrasah?
Pertanyaan tersebut membantu siswa menghindari kesalahpahaman sebelum mengikuti kegiatan.
Perbandingan 5 Tempat Magang dan Relawan Edukasi di Makassar
| Rekomendasi | Fokus Utama | Bentuk Pengalaman | Keterampilan yang Dapat Dikembangkan | Kesesuaian bagi Siswa Madrasah | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| Makassar Creative Hub | Kreativitas, ekonomi kreatif, digital, seni dan budaya | Workshop, kegiatan kreatif, dan program magang tertentu | Desain, editing, content creation, komunikasi, kerja tim | Cocok sebagai ruang pengembangan; magang formal perlu cek syarat usia | Program magang 2026 yang terpublikasi ditujukan kepada mahasiswa, fresh graduate, dan masyarakat umum |
| KPAJ Makassar | Pendidikan dan pendampingan anak jalanan | Relawan pendidikan dan kegiatan sosial | Mengajar, komunikasi, empati, kepemimpinan | Relevan untuk siswa yang tertarik pendidikan sosial, dengan izin dan pendampingan | Memiliki kegiatan pendidikan dan perekrutan relawan |
| Educommunity Makassar | Akses pendidikan bagi anak dengan keterbatasan pendidikan | Kegiatan komunitas dan kerelawanan | Komunikasi, organisasi, pendampingan, kerja tim | Dapat dipertimbangkan, tetapi persyaratan pelajar perlu dikonfirmasi | Organisasi nirlaba dan melibatkan relawan |
| SIGi Makassar | Pendidikan, literasi, dan kegiatan sosial | Program pendidikan informal dan kegiatan berbagi | Mengajar, literasi, komunikasi, kreativitas | Menarik untuk siswa dengan minat sosial dan pendidikan | Banyak dokumentasi kegiatan berasal dari periode sebelumnya sehingga perlu mengecek aktivitas terbaru |
| Sokola Pesisir Makassar | Literasi dan pendidikan masyarakat pesisir | Kelas edukasi dan kegiatan relawan | Mengajar, literasi, bahasa, komunikasi | Relevan untuk minat pendidikan dan literasi, dengan konfirmasi usia | Berbasis di kawasan Mariso dan memiliki sejarah panjang kegiatan pendidikan |
Kelima pilihan tersebut memiliki karakter yang berbeda. MCH lebih dekat dengan pengembangan keterampilan kreatif dan profesional, sedangkan KPAJ, Educommunity, SIGi, dan Sokola Pesisir lebih dekat dengan pengalaman sosial dan pendidikan.
Untuk siswa MTs atau MA, pemilihan sebaiknya dilakukan berdasarkan jenis pengalaman yang ingin diperoleh. Siswa yang ingin membangun kemampuan digital dapat memperhatikan kegiatan di MCH. Sementara itu, siswa yang ingin memahami dunia pendidikan, mengajar, literasi, dan kegiatan sosial dapat memantau kesempatan relawan pada KPAJ, Educommunity, SIGi, dan Sokola Pesisir.
Hal yang paling penting adalah tidak menganggap semua kegiatan sebagai program magang formal. Status kegiatan, batas usia, jadwal, dan persyaratan harus dikonfirmasi kepada masing-masing pengelola karena informasi rekrutmen dapat berubah.
Pada akhirnya, pengalaman di luar kelas dapat menjadi pelengkap yang berharga bagi pendidikan siswa madrasah. Melalui kegiatan komunitas, siswa dapat belajar mengelola waktu, berkomunikasi dengan orang lain, bekerja dalam tim, memahami persoalan masyarakat, sekaligus mengembangkan keterampilan yang mungkin belum banyak digunakan dalam pembelajaran formal.
Dengan memilih kegiatan yang sesuai usia dan mendapatkan izin dari orang tua serta madrasah, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus portofolio pendidikan siswa. Yang tidak kalah penting, siswa sebaiknya memilih kegiatan berdasarkan tujuan belajar dan kemampuan yang ingin dikembangkan, bukan sekadar mengejar sertifikat atau pengalaman untuk dicantumkan di CV.





